Friday, May 24, 2013

Pengertian, Definisi, Bentuk dan Produk Jurnalistik

Apa bedanya jurnalistik dengan pers? Dalam pandangan awam,  jurnalistik dan pers seolah sama atau bisa dipertukarkan satu sama lain. Namun sesungguhnya tidak. Jurnalistik menunjuk pada proses kegiatan, sedangkan pers berhubungan dengan media. Dengan demikian,  jurnalistik pers berarti mengumpulkan, mengolah, memuat dan menyebarkan berita melalui media berkala pers yakni surat kabar, tabloid atau majalah kepada khalayak seluas-luasnnya dengan secepat-cepatnya.

A. Arti dan Definisi Jurnalistik

1. Pengertian Jurnalistik

Secara etimologis, Jurnalistik berasal dari kata Journ. Dalam bahasa Perancis, journ berarti catatan atau laporan harian. Secara sederhana jurnalistik diartikan sebagai kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan atau pelaporan setiap hari. Dengan demikian jurnalistik bukanlah pers, bukan pula media massa. Jurnalistik adalah kegiatan yang memungkinkan pers atau media massa bekerja dan diakui eksistensinya dengan baik.

        Dalam kamus, jurnalistik diartikan sebagai kegiatan utnuk menyiapkan, mengedit, dan menulis untuk surat kabar, majalah atau berkala lainnya (Assegaff, 1983:9). Menurut ensiklopedi Indonesia, jurnalistik adalah bidang  profesi yang mengusahakan penyajian informasi tentang kejadian dan atau kehidupan sehari-hari.



2. Definisi Jurnalistik
  • F. Fraser Bond dalam An Introduction to Journalism (1961:1) menulis: Jurnalistik adalah segala bentuk   yang membuat berita dan ulasan mengenai berita sampai pada kelompok pemerhati.
  • Roland E. Wolseley dalam Understanding Magazines (1969:3), Jurnalistik adalah pengumpulan, penulisan, penafsiran, pemrosesan, dan penyebaran informasi umum, pendapat pemerhati, hiburan umum secara sistematik dan dapat dipercaya utnuk diterbitkan pada surat kabar, majalah, dan disiarkan distasiun siaran (Mappatoto, 1993: 69-70).
  • Adinegoro menegaskan, jurnalistik adalah semacam kepandaian mengarang yang pkoknya memberi pekabaran pada masyarakat dengan selekas-lekasnya agartersiar seluas-luasnnya (Amar, 1984:30)
  • Onong Uchjana Effendy mengemukakan, Jurnalistik didefinisikan sebagai tknik mengelola berita mulai dari mendapatkan bahan sampai kepada menyebarluaskannya kepada masyarakat (2003:955)



B. Bentuk Jurnalistik

Dilihat dari segi bentuk dan pengelolaannya, jurnalistik dibagi kedalam tiga bagian besar: Jurnalistik Media Cetak (News Paper and Magazine Journalism), Jurnalistik Media Elektronik Auditif (Radio Broadcast Journalism),  Jurnalistik Media Audiovisual (Television Journalism).

 1. Jurnalistik Media Cetak


Jurnalistik media cetak meliputi jurnalistik surat kabar harian, surat kabar mingguan, jurnalistik tabloid harian, jurnalistik tablod mingguan, dan jurnalistik majalah. Jurnalistik media cetak dipengaruhi oleh dua faktor, yakni faktor verbal dan visual. Verbal, sangat menekankan pada kemampuan kita memilih dan menyusun kata dalam rangkaian kalimat dan paragraf yang efektif dan komunikatif. Visual¸ menunjuk pada kemampuan kita dalam menata, menempatkan, mendesaintata letak atau hal-hal yang menyangku segi perwajahan.

2. Jurnalistik Media Elektronik Auditif

Jurnalistik media elektronik auditif atau jurnalistik radio siaran, lebih banyak dipengaruhi dimensi verbal, teknologikal, dan fisikal. Verbal, berhubungan dengan kemampuan menyusun kata, kalimat, dan paragraf secara efektif dan komunikatif. Teknologikal, berkaitan dengan teknologi yang memungkinkan daya pancar radio dapat ditangkap dengan jelas dan jernih oleh pesawat radio penerima. Fisikal, erat kaitannya dengan tingkat kesehatan fisik dan kemampuang pendengaran khalayak dalam menyerap dan mencerna setia pesan kata atau kalimat yang disampaikan.

3. Jurnalistik Media Elektronik Audiovisual

Jurnalistik media elektronik audiovisula atau jurnalistik televisi siaran, merupakan gabungan dari segi verbal, visual, teknologikal, dan dimensi dramatikal. Verbal, berhubungan dengan kata-kata yang disusun secara singkat, padat, efektif. Visual, lebih banyak menekankan pada bahasa gambar yang tajam, jelas, hidup, memikat. Teknologikal, berkaitan dengan daya jangkau siaran, kualitas suara dan gambar yang dihasilkan serta diterima oleh pesawat televisi penerima di rumah-rumah. Dramatikal,berarti bersinggungan dengan aspek serta nilai dramatik yang dihasilkan oleh rangkain gambar yang dihasilkan secara simultan. Aspek dramatik inilah yang tidak dipunyai media massa radio dan surat kabar.

C. Produk Jurnalistik

Produk jurnalistik adalah surat kabar, tabloid, majalah, buletin, atau berkala lainnya seperti radio, televisi, dan media online intertnet. Namun tidak setiap surat kabar disebut poduk jurnalistik. Surat kabar, tabloid, majalah dan buletin dapat digolongkan kedalam tiga kelompok besar: (1) berita (news), (2) opini (views), dan (3) iklan (advertising). Dari tiga kelompok besar itu hanya, hanya berita (news) dan opini (views) saja yang disebut produk jurnalistik, walaupun teknik yang digunakannya merujuk pada teknik jurnalistik.
     Kelompok berita (news), meliputi: berita langsung (straight news), berita menyeluruh (comprehensive news), berita mendalam (depth news), pelaporan mendalam (depth reporting), berita penyelidikan (investigative news), berita khas bercerita (feature news), berita gambar (photo news). Kelompok opini (views), meliputi tajuk rencana, karikatur, pojok, artikel, kolom, esai dan surat pembaca. Sedangkan kelompok iklan, mencakup berbagai jenis dan sifat iklan yang mulai dari iklan produk barang dan jasa, iklan keluarga seperti iklan duka cita, sampai kepada iklan layanan masyarakat. Untuk memisahkan secara tegas antara berita (news) dan opini (views), maka tajuk rencana (editorial), karikatur, pojok, artikel, kolom, dan surat pembaca ditempatkan dalam satu halaman khusus, inilah yang disebut dengan halaman opini (opinion page).

Translate